Kamis, 26 Juli 2012

Review Samsung Galaxy S3 : Desain Dan Tampilan Utama

Samsung Galaxy S3
Sementara Google dengan platform Android-nya telah berhasil membuktikan dirinya untuk menjadi pesaing tangguh bagi Apple IOS selama beberapa tahun terakhir, satu hal yang boleh dibilang kurang adalah belum adanya sebuah handset yang dengan mudah dapat menangkap imajinasi dan dukungan dari masyarakat umum seperti yang didapat oleh produk Apple semisal iPhone ataupun iPad.

Smartphone berbasis Android OS besutan Samsung yang diluncurkan pada tahun 2011, Galaxy S2 mungkin menjadi perangkat Android pertama yang mampu melampaui ketangguhan iPhone. Sejauh ini Galaxy S2 telah menunjukkan angka penjualan yang fantastis, sebanyak 24 juta unit telah terjual di seluruh dunia, memungkinkan Samsung untuk melompati Apple dalam menjadi produsen smartphone terbesar di dunia.

Pentingnya sebuah merek dagang yang kuat dan mampu mencuri perhatian masyarakat jelas menjadi fokus perhatian utama Samsung. Buktinya, perusahaan Korea ini telah dengan bijaksana menghindari kebingungan konsumen dengan memberikan penamaan yang tepat pada produk smartphone penerus Galaxy S2. Ya, Samsung Galaxy S3. Smartphone yang dianggap sebagian pengamat sebagai yang terbaik di kelasnya ini menawarkan layar yang lebih besar, teknologi quad-core, NFC dan Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Hal ini tidak diragukan lagi merupakan peluncuran terbesar bagi perangkat berbasis Android hingga saat ini.

Suka atau tidak, seperti yang telah banyak dikeluhkan oleh calon konsumen, Samsung Galaxy S3 telah bearlih dari produk sebelumnya yang memberi kesan rapih, dengan garis lengkung dinamis yang tak terlalu tajam menjadi desain yang lebih bulat. Hal ini mengingatkan kita pada gaya Galaxy Nexus, smartphone dual-core hasil kolaborasi antara Samsung dengan Google, yang diluncurkan pada akhir tahun 2011.

Samsung Galaxy S3 Back CameraMeskipun dapat dikatakan bahwa S3 secara sekilas tidak langsung terlihat cukup menarik, namun setelah anda merasakannya berada di genggaman anda kritik tersebut akan cepat menguap. Casing melengkung baru terasa jauh lebih nyaman saat berada di telapak tangan, dan penghilangan benjolan pada bagian belakang body seperti terlihat pada Galaxy S, Galaxy S2, Nexus S dan Galaxy Nexus, semakin menunjukkan kesan bahwa Samsung memang ingin menyederhanakan tampilan dan desain dari handset terbaru mereka ini. Ini berarti bahwa bagian belakang body S3 benar-benar datar, dengan sebagian kecil dari lensa kamera yang menonjol keluar.

Samsung selalu lebih menyukai desain yang menggunakan bahan baku plastik daripada logam, dan S3 tidak menyimpang dari pola pikir ini. Keseluruhan bagian dari S3 dibalut oleh bahan plastik, dengan pengecualian pada layar sentuh, yang dibuat dari Kaca Corning super tangguh "Gorilla Glass 2". Casing pada model S3 berwarna biru dilengkapi dengan efek faux-metallic, sehingga terlihat agak lebih mengkilap. Beberapa orang mungkin akan menganggapnya sedikit norak, dan berpendapat bahwa jika mereka memang menginginkan perangkat yang terlihat seperti dibalut logam, mengapa tidak langsung saja menggunakan bahan campuran logam?

Di sisi positif, pilihan Samsung terhadap bahan yang dipergunakan telah memungkinkan untuk menjaga bobot keseluruhan S3 secara minimal. Terlepas dari proporsi raksasanya, ponsel ini hanya memiliki berat total 133g, yang membuatnya lebih ringan dari Apple iPhone 4S (140g), dan sedikit lebih berat dari HTC X yang meiliki bobot 130g.
Samsung Galaxy S3 Amoled Screen
Jika Anda mempertimbangkan bahwa layar Galaxy S3 yang setengah inci lebih besar dari yang terlihat di Galaxy S2, yang luar biasa adalah bahwa Anda tidak akan pernah merasa tidak nyaman dengan kelegaan yang diwujudkan dari tampilan tambahan tersebut. Tampilan ergonomis S3 dilengkapi pula dengan panel yang memiliki resolusi berdefinisi tinggi yaitu 720x1280 piksel menyebar pada layar 4,8 inci, memberikan kepadatan pixel keseluruhan 306ppi (pixel per inci). Sebagai perbandingan, Galaxy S2 hanya memiliki kepadatan pixel keseluruhan sebesar 217ppi. Menggunakan teknologi Super AMOLED HD, layar menunjukkan kecerahan dengan sangat baik, kepadatan warna yang mengesankan dan sudut pandang yang stabil baik dilihat secara horizontal maupun vertikal.

Di sisi negatif, layar AMOLED masih belum bisa menyaingi panel LCD terbaru ketika mengukur akurasi warna yang direpresentasikan oleh tampilan layar. Kekurangan lain adalah penggunaan matriks Pentile untuk layar, yang menghasilkan tepian teks dan garis agak terlihat kabur dan berpendar, namun dengan layar berresolusi HD, hal ini hanya akan terlihat jika Anda mencermatinya dari jarak yang sangat dekat.

Teknogala Rating: 4.5 Star Rating: Recommended 4.5/5





Please Read Also :

1 komentar:

saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
terimakasih ya infonya :)

Posting Komentar